HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Polda Jawa Tengah Siapkan 14 Titik Pantau Menjelang Larangan Mudik 6-17 Mei 2021

Petugas memberhentikan kendaraan bermotor di titik penyekatan larangan mudik di Jatinangor, perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Foto:  ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

SUARA PURWAKARTA - Menjelang pelarangan mudik 6-17 Mei membuat berbagai elemen pemerintahan mempersiapkan layanan masyarakat. Polda Jawa Tengah telah menyiapkan 14 titik pantau untuk menghalau pemudik menuju Jateng.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Rudy Syafrudin merinci keempat belas  titik dan pos penyekatan di perbatasan Jawa Tengah antara lain:

Perbatasan Jateng - Jabar

1. Tol Pejagan

2. Jalur Pantura: di Pangkalan truk Kecipir, Brebes

3. Jalur Selatan: Di Patimuan, Cilacap


Perbatasan Jateng - DIY

1. Jalur Selatan di Bagelen, Purworejo

2. Jalur Tengah di Salam , Magelang

3. Jalur Selatan di Prambanan, Klaten


Perbatasan Jateng - Jatim:

1. Tol Sragen

2. Pantura di Sarang, Rembang

3. Cepu, Blora

4. Selatan ada di Cemorokandang, Karanganyar

5. Nambangan, Wonogiri

4. Sambungmacan, Sragen


"Lalu dua pos penyekatan selanjutnya ada di Cilacap (Mergo) dan  Banyumas," katanya, Kamis (8/4).

Sementara itu, Dishub Jateng memprediksi ada sekitar 4,6 juta orang pemudik yang masuk ke Jawa Tengah pada musim libur Lebaran 2021. Dari jumlah itu, 20 persen di antaranya diprediksi mencuri start mudik sebelum larangan mudik berlaku atau sebelum 6 Mei 2021-17 Mei 2021.

"Data survei dari Kemenhub 4.6 juta pemudik bakalan ke Jateng. Tapi kita punya pengalaman tahun lalu ada 925 ribu orang yang nekat mudik melalui berbagai macam cara," ujar Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Henggar Budi Anggoro, Senin (12/4).

Dia menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai macam cara untuk menghalau para pemudik yang nekat itu, termasuk untuk menghadapi para pemudik yang nekat mencuri start.

"Kita coba antisipasi pra larangan mudik pada tanggal 1-5 Mei 2021 untuk antisipasi mudik dini. Kita akan membuat posko mobile bersama TNI-Polri dan pemerintah kabupaten/kota," ucap Henggar.

Posko mobile itu akan melakukan putar balik terhadap kendaraan yang nekat masuk ke Jateng pada hari pra-larangan mudik.

"Kita coba antisipasi tanggal 1-5 Mei nanti kita muter. Jadi di beberapa posko kita pasang CCTV, kalau terpantau ada peningkatan (kendaraan) nanti pasukan kita datangi. Langsung putar balik," tegas Henggar.

Sementara terkait pos penyekatan pada tanggal 6-17 Mei, pihaknya berkoordinasi dengan aparat kepolisian.

"Nanti titiknya kalau kami kan BKO di bawah komando dari pihak kepolisian," kata Henggar.



Sumber: Kumparan

Posting Komentar

0 Komentar