HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ridwan Kamil Terus Kebut Solusi Atasi Banjir di Subang dan Karawang

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat meninjau lokasi banjir di Kabupaten Karawang. Foto/Humas Pemprov Jabar




SUARA PURWAKARTA - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, pemerintah terus berupaya menyelesaikan persoalan banjir yang kerap menimpa wilayah pantai utara (pantura) Jawa Barat.

Diketahui dalam dua hari terakhir, sejumlah wilayah di pantura Jabar mengalami bencana banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem, termasuk Karawang dan Subang.

Gubernur yang akrab disapa Emil itu mengatakan, solusi yang tengah dikebut pemerintah yakni perbaikan dan pembangunan sejumlah infrastruktur air, di antaranya perbaikan tanggul yang jebol, pembangunan saluran air, hingga pembangunan bendungan yang diharapkan mampu menekan potensi banjir.

Menurut Emil, pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mempercepat proses perbaikan tanggul yang jebol diterjang arus banjir.

"Proses perbaikan tanggul segera akan dilakukan oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai)," ujar Emil dalam keterangan resminya, Selasa (9/2/2021) malam.

Sementara untuk jangka menengah, lanjut Emil, pemerintah sedang membangun Bendungan Sadawarna yang terletak di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang. Selain untuk mengatasi banjir, bendungan tersebut menjadi solusi terhadap persoalan kebutuhan air irigasi di wilayah Subang, Indramayu, dan sekitarnya.

"Jangka menengahnya solusi banjir yaitu Bendungan Sadawarna sudah 50 persen, mohon doanya karena menjadi solusi supaya banjir tahunan di Subang dan sekitarnya bisa dikendalikan lebih baik, 50 persennya lagi akan selesai di akhir tahun depan," paparnya.

"Ada juga bendungan yang sedang kita siapkan yang skalanya lebih besar, yaitu Bendung Cipunegara dan Cibeet, sehingga suatu saat banjir di waktu dekat bisa berkurang," ujar Emil melanjutkan.

Emil kembali menegaskan bahwa solusi banjir terus dikerjakan oleh pemerintah, meski belum sepenuhnya rampung. Selain Bendungan Sadawarna di Subang yang juga akan berdampak bagi Karawang, pengerjaan pembesaran saluran di bawah air sungai juga terus dikebut.

"Pembesaran saluran dibawah air sungai, laporan per hari ini sudah kontrak lalu segera dikerjakan dengan maksimal. Kemudian beberapa rencana besar lainnya seperti (pembangunan) Bendungan Cipunegara dan Cibeet. Mudah-mudahan dengan percepatan proyek-proyek infrastruktur air di tahun 2021 hingga 2022, potensi banjir bisa terus berkurang," katanya.

Emil telah meninjau langsung lokasi terdampak banjir, yakni Pamanukan, Kabupaten Subang dan salah satu titik banjir di Perum Bumi Mutiara Indah (BMI), Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Selasa (9/2/2021).

Menurut dia, peninjauan yang dilakukan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tersebut bertujuan untuk memastikan masyarakat terdampak banjir mendapat penanganan yang baik, mulai proses evakuasi hingga penyaluran bantuan logistik.

Emil mengapresiasi langkah-langkah kedaruratan yang telah diambil, seperti proses evakuasi dan distribusi bantuan logistik. Namun, dia meminta masyarakat di lokasi pengungsian untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dengan ketat, terutama memakai masker.

"Saya titip ke Pak Bupati (Subang) pastikan masyarakat harus tetap bermasker. Karena saya lihat masih belum maksimal, kalau bantuan lain saya kira memadai," katanya.

Emil juga meminta masyarakat selalu waspada menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Pasalnya, BMKG memprediksi bahwa cuaca ekstrem di pulau Jawa termasuk Jabar masih akan berlangsung hingga akhir Februari 2021.

"Diharapkan kewaspadaan masyarakat, kades, camat, bupati, dan semuanya terhadap cuaca ekstrem yang sudah diprediksi ini," tandasnya.





Sumber: Sindonews

Posting Komentar

0 Komentar