HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Presiden Joko Widodo Resmikan Bank Syariah Indonesia: Hari Bersejarah Perkembangan Ekonomi Syariah

Presiden Jokowi. ©2020 Merdeka.com



SUARA PURWAKARTA - Presiden Joko Widodo meresmikan PT Bank Syariah Indonesia Tbk di Istana Negara, Senin (1/2). Dalam peluncuran tersebut, Jokowi mengatakan bahwa hari ini merupakan bersejarah bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia. Sebab, sudah lama Tanah Air dikenal sebagai pemiliki penduduk terbesar muslim di Indonesia.

"Hari ini adalah hari bersejarah bagi perkembangan ekonomi syariah Indonesia dan sudah lama kita dikenal sebagai penduduk terbesar muslim di dunia," kata Jokowi.

Status sebagai penduduk muslim terbesar bahkan sudah menjadi indentitas global dan kebanggaan bagi Tanah Air. Sehingga sudah sebaiknya Indonesia jadi negara terdepan perkembangan ekonomi syariah.

"Status ini sudah menjadi identitas global dan menjadi kebanggaan kita, maka sudah sewajanya sudah menjadi salah satu negara terdepan perkembangan ekonomi syariah," ungkap Jokowi.

Sebelumnya diketahui PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan bisnis, termasuk dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi mengatakan, pihaknya buka kemungkinan bagi ormas ataupun asosiasi keislaman lain untuk terlibat bersama bank hasil penggabungan tersebut.

"Saya rasa BSI memang kita harus kerja sama dengan semua elemen. Tidak hanya pemerintah, regulator, stakeholder. Tentunya ormas dan asosiasi Islam menurut saya salah satu partner yang kita akan duduk dan jajaki bersama," ujarnya, seperti dikutip Kamis (28/1).


Diskusi Penjajakan

Namun demikian, pihaknya harus melakukan diskusi dan penjajakan lebih lanjut terlebih dahulu untuk mengetahui bagaimana bentuk dan model bisnis yang bisa dilakukan dengan ormas Islam.

Hery mengutarakan, penjajakan kerja sama tersebut bisa dilakukan setelah Bank Syariah Indonesia melakukan legal merger dan secara resmi berdiri pada 1 Februari 2021 nanti.

"Tapi dari sisi lain ormas Islam ataupun asosiasi tadi juga memiliki anggota yang bisa kita sinergikan dalam formulasi bisnis lebih baik. Nantinya seperti apa nanti kita perlu duduk dulu untuk diskusi. Saya kira kita akan cari waktu dulu untuk itu," tuturnya.


[idr]

Merdeka

Posting Komentar

0 Komentar