HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pemkab Garut Siapkan Lahan Kosong 1 Hektare Untuk Relokasi Korban Longsor

Tebing sepanjang 500 meter longor di Kampung Cipager, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Garut.(DOK.BPBD GARUT)



SUARA PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menyiapkan lahan relokasi seluas satu hektare untuk relokasi rumah warga yang terdampak ancaman bahaya bencana tanah longsor di Desa Karyamekar. Pasalnya, lahan rumah warga sebelumnya sudah tidak layak dijadikan permukiman.

"Lokasi yang kamibeli itu masih dalam satu RW, luasnya satu hektare. Ini bisa menampung sekitar 50 rumah," kata Bupati Garut Rudy Gunawan saat meninjau rumah warga yang terancam bahaya tanah longsor di Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Garut, Jawa Barat, Rabu (17/2).

Ia menuturkan, Pemkab Garut sedang berupaya untuk menangani warga yang terancam maupun terdampak bencana tanah longsor dengan tanggap awal menyediakan tenda darurat dan kebutuhan lainnya. Mengenai rencana relokasi, kata dia, sedang dilaksanakan dan disiapkan anggarannya untuk pembelian tanah relokasi maupun biaya pembangunan rumahnya.

"Anggarannya ya kami dibuatkan anggaran seefisien dan seefektif mungkin," katanya.

Ia menyampaikan, Pemkab Garut dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah siap untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat yang terancam bahaya bencana longsor di Cilawu. Terkait kesiapan masyarakat untuk direlokasi, kata bupati, tidak ada masalah, karena mereka yang rumahnya terancam bahaya bencana longsor setuju untuk direlokasi ke tempat yang aman dari bencana.

"Masyarakat sudah setuju, tetapi ingin juga di kampung ini," katanya.

Ia menambahkan lahan yang akan dijadikan tempat relokasi sudah melewati prosedur, terutama sudah dipastikan aman untuk dijadikan kawasan pemukiman rumah penduduk. Ia menyebutkan, ada 40 rumah warga yang berada di kawasan berisiko tinggi terdampak bencana tanah longsor sehingga sudah seharusnya direlokasi.

"Kami menyimpulkan bahwa bencana itu semakin meluas, ancaman juga semakin meluas, pergerakan terjadi setiap jam," katanya.



Sumber: Republika

Posting Komentar

0 Komentar