HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

BPS Prediksi Ikan, Beras, Cabai, dan Kedelai Impor akan Mengalami Kenaikan Harga

Cabai di Pasar Tradisional. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam



SUARA PURWAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengingatkan, pemerintah mewaspadai kenaikan harga beras. Mengingat terjadi banjir di sejumlah daerah di Indonesia. Apabila banjir dapat diantisipasi dengan baik maka harga beras dapat terjaga.

"Yang perlu diwaspadai, komoditas paling penting adalah beras. Selama 2 tahun terakhir stabil pergerakannya dan tidak memberikan pengaruh inflasi dan akan tetap stabil," Suhariyanto, Jakarta, Senin (1/2).

"Dan pengamatan di lapangan pada Desember, Januari hingga Maret akan bagus. Yang perlu waspadai adalah banjir di beberapa daerah, sehingga potensi akan tetap terjaga," sambungnya.

Suhariyanto juga meminta pemerintah mewaspadai kenaikan harga cabai rawit dan ikan segar. Sebab, dalam beberapa waktu terakhir masih terjadi curah hujan yang tinggi di seluruh Indonesia.

"Kalau kita lihat harga cabai rawit dan ikan segar karena intensitas curah hujan yang tinggi. Ada badai Lalina dan menghambat di sentra produksi. Betul kenaikan harga cabai dan ikan lebih dipengaruhi oleh sisi supply dan berharap sifatnya sementara," jelasnya.


Kedelai Impor

Suhariyanto menambahkan, komoditas lain yang harus diamati oleh pemerintah adalah kenaikan harga kedelai impor. Karena harga kedelai impor memicu kenaikan tahu dan tempe di dalam negeri.

"Tempe dan tahu, karena ada kenaikan harga impor bahan baku kedelai. Kita lihat harga kedelai di pasar internasional mengalami kenaikan harga. Dan bahan baku tempe dan tahu mengalami kenaikan di Januari. Permintaan tempe dan tahu masih tinggi, lebih dipicu harga kedelai," tandasnya.



[bim]

Merdeka

Posting Komentar

0 Komentar