HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Banjir Setinggi 2 Meter di Karangligar Karawang, Ribuan Warga Mengungsi

Banjir di Desa Karangligar Kecamata Telukjambe, Karawang, Jawa Barat semakin tinggi setelah Sungai Cibeet meluap. Ketinggian air mencapai 2 meter hingga hampir merendam atap rumah warga. SINDOnews/Nila



SUARA PURWAKARTA - Banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe, Karawang, Jawa Barat semakin tinggi setelah Sungai Cibeet meluap. Ketinggian air mencapai 2 meter hingga hampir merendam atap rumah warga. Sedikitnya 1.800 jiwa mengungsi ke rumah warga atau tempat pengungsian yang disediakan pemerintah.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat setempat, Aep Saepuloh mengatakan banjir kali ini akibat luapan Sungai Cibeet dan Sungai Citarum. Hal itu terjadi hampir setiap tahun saat hujan terus menerus. "Air sungai meluap dan merendam pemukiman kami. Kalaupun tidak hujan, kami kebanjiran karena kiriman dari Bogor di sungai Cibeet, " kata Asep, Rabu (18/2/21).

Menurut Asep, jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.800 orang, dari 7 RT. Para pengungsi diatur agar tinggal di rumah saudara terdekat. "Kami hanya sedikit bikin tempat pengungsian karena menjaga penyebaran Covid-19. Jadi pengungsi diatur untuk tinggal di rumah warga yang rumahnya tidak kebanjiran. Alhamdulilah warga yang rumahnya ketempatan oleh pengungsi, menerima dengan ikhlas," katanya. Baca: Soal PPKM Skala Mikro, Berlaku di Kota Bandung Sesuai Aturan Pusat.

Menurut Asep, ada 4 RT yang menderita banjir paling parah yaitu RT 01, 02,03 dan RT 07 persisnya di Kampung Pengasinan, Desa Karangligar. Evakuasi warga mengalami sedikit kesulitan karena terbatasnya perahu karet. "Sampai tengah malam kami menjemput warga yang terjebak banjir karena ketinggian air mencapai 2 meteran. Perahu karet cuma dua unit dan warganya mencapai 1.800 orang, semua harus diungsikan, " katanya. Baca: BPBD Minta Warga Waspada Ancaman Bencana Hidrometeorologi saat Cuaca Ekstrem.

Asep meminta pemerintah bekerja cepat membantu warga yang mengungsi. Meski tinggal dirumah keluarganya, namun kebutuhan logistik harus dipenuhi sendiri. "Bantuan logistik kami antar langsung ketempat warga agar mereka tidak boleh berkumpul mengambil logistik," pungkasnya.



Sumber: Sindonews

Posting Komentar

0 Komentar