HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Tanggapan China Terkait Penolakan Tim Penyelidik Asal-usul Corona dari WHO

Ilustrasi Wabah Corona/detik


SUARA PURWAKARTA - Otoritas China menanggapi penundaan misi tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang direncanakan sejak lama untuk menyelidiki asal-usul virus Corona (COVID-19). Ditegaskan China bahwa masalah yang muncul dengan tim WHO bukan hanya soal visa.

Seperti dilansir AFP, Rabu (6/1/2021), setahun setelah pandemi Corona merebak, tim ahli kesehatan internasional diperkirakan tiba di China pada pekan ini dalam kunjungan yang sangat politis untuk mengeksplorasi awal kemunculan virus mematikan, yang pertama terdeteksi di Wuhan akhir tahun 2019.

Misi sensitif ini diwarnai penundaan dan isu politik yang kental, dengan kekhawatiran akan ditutup-tutupi oleh otoritas China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, dalam konferensi pers menyatakan bahwa penundaan misi tim WHO ke China disebabkan 'bukan hanya masalah visa'.

Hua menyebut pembicaraan kedua pihak terus berlanjut, terutama membahas 'tanggal khusus dan pengaturan khusus untuk kunjungan kelompok pakar tersebut'.

"Masalah penelusuran asal-usul sangat rumit. Untuk memastikan kinerja tim ahli internasional di China berjalan lancar, kami harus melakukan prosedur-prosedur yang diperlukan dan membuat pengaturan yang relevan," jelas Hua dalam pernyataannya.

Ditegaskan Hua bahwa China 'melakukan yang terbaik untuk menciptakan kondisi yang baik bagi kelompok ahli internasional yang datang ke China'.

Hua menambahkan bahwa China 'menempatkan kepentingan besar dan secara aktif berkomunikasi dengan WHO'.

Pada Selasa (5/1) waktu setempat, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memberitahu wartawan bahwa China belum menyelesaikan izin untuk kedatangan tim ahli. Tedros menyatakan dirinya 'sangat kecewa dengan kabar ini' -- yang merupakan teguran langka untuk China dari badan PBB ini.

Diungkapkan Tedros bahwa dua anggota tim telah berangkat ke China dan yang lain tidak bisa melakukan perjalanan pada menit-menit akhir. Kepala Program Darurat WHO, Mike Ryan, seperti dilansir Reuters, mengatakan satu orang telah kembali dan satu orang lainnya sedang transit di negara ketiga.

WHO sebelumnya menyatakan China telah memberikan izin untuk kunjungan tim ahli beranggotakan 10 orang. Bulan lalu diumumkan penyelidikan akan dimulai Januari 2021. Namun awal pekan ini, otoritas China menolak untuk mengonfirmasi tanggal pasti dan detail kunjungan tim WHO itu, yang menandai sensitivitas misi itu.


Sumber: Detik

Posting Komentar

0 Komentar