HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pilkades Serentak 2021 Menjadi Salah Satu Alasan Ditundanya Belajar Tatap Muka di Purwakarta

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika menyampaikan hasil keputusan rapat yang menunda belajar tatap muka yang tadinya akan dilaksanakan 11 Januari 2020. Foto : Istimewa


SUARA PURWAKARTA - Belajar tatap muka di Kabupaten Purwakarta batal dilaksanakan pada 11 Januari 2020. Salah satu alasannya Purwakarta sudah memasuki tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021. 

Pemerintah setempat menilai, tahapan pilkades akan menyebabkan tidak fokusnya aparat pemerintahan desa untuk berkolaborasi dengan sekolah dalam pelaksanaan belajar tatap muka. 

Dimana aparat desa sangat diperlukan selama proses belajar tatap muka berupa penguatan komunikasi dengan sekolah. 

Hubungan komunikasi itu sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan pelaksanaannya pun harus fokus. Polanya aparat desa secara cepat memberikan informasi kepada sekolah jika ada keluarga atau siswa yang terkonfirmasi poistif Covid-19. 

“Barusan kita melaksanakan rapat dengan Satgas dan seluruh stake holder bidang Pendidikan, kemenag dan Ikatan Dokter Indonesia, dan pihak lain. Rapat memutuskan pembalajaran tatap muka ditunda yang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk di tiga kecamatan,” kata Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika usai rapat bersama, Selasa (5/1/2021). 

Dia menjelaskan, tahapan pilkades serentak sudah dimulai pada 28 Februari 2021. Sehingga pihak desa akan disibukan dengan tahapan-tahapan itu. Sedangkan di sisi lain belajar tatap muka memerlukan keterlibatan aparat desa secara maksimal. 

Pertimbangan lainnya, Kabupaten Purwakarta masuk zona oranye dengan tingkat risiko penularan Covid-19 sedang. Sementara Purwakarta diapit dua kabupaten, yakni Bandung Barat dan Karawang yang hingga kini masih berada di zona merah. Sehingga hal itu perlu pemantuan intens terhadap perkembangan pandemi Covid-19. 

Ditambah, pelaksanaan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) di Purwakarta yang belum diketahui kejadian ikutan pasca imunisasi. Jika setelah diimunisasi ternyata ada nakes yang perlu diistirahatkan berarti pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi berkurang. 

“Kami juga harus memantau perkembangan pascalibur Natal dan Tahun baru. Sehingga dua momen, yakni vaksinasi dan pascalibur panjang akan berdampak pada siswa yang menggelar belajar tatap muka. 


Editor : Asep Supiandi

Artikel ini telah tayang di jabar.inews.id dengan judul " Belajar Tatap Muka di Purwakarta Batal, Salah Satu Alasannya Pilkades Serentak 2021 ", Klik untuk baca: https://jabar.inews.id/berita/belajar-tatap-muka-di-purwakarta-batal-salah-satu-alasannya-pilkades-serentak-2021/all.


Posting Komentar

0 Komentar