HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Joe Biden Targetkan Amerika Serikat Mulai Vaksinasi Seluruh Warga Pada Pertengahan Tahun 2021

Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden berbicara tentang ekonomi dan laporan kerja Amerika Serikat terakhir tahun 2020 di kantor pusat transisi di Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, Jumat (4/12/2020). - Antara/Reuters



SUARA PURWAKARTA - Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengungkapkan target ambisius untuk memvaksinasi seluruh warga AS hingga musim semi tahun ini, atau Maret hingga Juni 2021.

Data yang dikumpulkan Bloomberg menunjukkan bahwa AS saat ini menangani sekitar 1,2 juta penyuntikkan vaksin setiap hari. Biden memperkirakan jumlahnya kini mencapai 1,5 juta per hari.

Dia mengatakan pemerintah memiliki komitmen dari beberapa produsen untuk memproduksi lebih banyak vaksin, meskipun tidak menyebutkan perusahaan mana.

Meskipun meningkat, kecepatan saat ini mengancam untuk memperpanjang vaksinasi hingga 2022, karena dua vaksin pertama yang disetujui memerlukan dua dosis.

Ditanya kapan masyarakat yang ingin divaksinasi mendapatkan jatah, Biden mengatakan hal itu mungkin dilakukan pada musim semi, sambil meningkatkan akses selama musim panas.

"Ini akan menjadi tantangan logistik yang melebihi apa pun yang pernah kami coba di negara ini, tetapi saya pikir kami bisa melakukannya," kata Biden.

Dia meyakini bahwa pada musim panas mendatang, AS sudah akan mencapai kekebalan kelompok dan mampu meningkatkan akses vaksin.

Biden mengatakan dia optimistis bahwa akan ada cukup vaksin, serta cukup banyak orang dan persediaan untuk mengaturnya. Salah satu penasihat virus Corona Biden mengatakan pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini, pasokan vaksin akan dapat mengejar permintaan.

“Saya pikir kita akan memasuki kuartal ketiga atau keempat sampai kita mencapai titik semua orang yang ingin divaksinasi,” David Kessler, salah satu pejabat yang memimpin tanggapan Covid untuk Biden.

AS mencatat 133.000 kasus virus Corona baru pada Minggu, salah satu dari total terendah dalam beberapa bulan karena beban kasus telah turun dari rekor tertinggi awal bulan ini. Sedangkan tingkat kematian tetap tinggi, termasuk 1.814 pada Minggu dan 420.000 secara keseluruhan sejauh ini di AS.

Sementara itu, varian virus baru mengancam untuk memacu wabah lain. Gedung Putih mengumumkan Senin pagi bahwa mereka membatasi perjalanan dari Afrika Selatan. Pengunjung yang baru masuk AS diwajibkan menunjukkan hasil tes negatif.



Sumber: Bisnis

Posting Komentar

0 Komentar