HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Inggris Meminta China Berterus Terang Terkait Teori Bocornya Virus Corona dari Lab Wuhan

Foto Laboratorium Virologi Wuhan/AFP


SUARA PURWAKARTA - Teori bahwa wabah virus corona baru yang kini menyebar ke seluruh dunia dipicu kebocoran laboratorium di Kota Wuhan, China, kembali mencuat. Kali ini disampaikan beberapa anggota parlemen Inggris.

Mereka mendesak China berterus terang dengan temuan terbaru Penasihat Keamanan Amerika Serikat (AS) Matthew Pottinger bahwa penjelasan paling masuk akal mengenai asal muasal virus yang telah menginfeksi lebih dari 85 juta orang di seluruh dunia itu berasal dari laboratorium Wuhan.

Anggota parlemen Partai Konservatif Inggris, Tom Tugendhat dan Tobias Ellwood, juga menedesak pemerintah Inggris untuk mendalami pernyataan Pottinger itu.

China berulang kali membantah bahwa virus corona yang menurut sebagian besar ilmuwan terjadi secara alami itu mungkin bocor dari laboratorium Institut Virologi Wuhan.

Tugendhat yang juga Ketua Komite Urusan Luar Negeri, mengatakan, tuduhan itu sangat serius. Sementara Ellwood, yang merupakan Ketua Komite Pertahanan, mengatakan, Inggris perlu meminta jawaban dari Partai Komunis China.

"China terus membungkam suara-suara lokal yang berani berbicara dan menghapus semua komentar online yang menunjukkan pihak berwenang menyembunyikan sesuatu," kata Ellwood, dikutip dari The Sun, Selasa (5/1/2021).

Sementara itu Tugendhat mengatakan cara China menangani wabah sangat memprihatinkan. Dia menuding China sangat lambat berbagi informasi, baik mengenai wabah maupun asal-usulnya.

"Mereka memenjarakan orang-orang yang membocorkan ini dan sekarang tampaknya ada bahaya yang mereka tutupi agar tidak bocor," ujarnya. 

Tugendhat yakin dengan pernyataan Penasihat Keamanan AS Pottinger sehingga harus ditanggapi secara serius.

"Ini sangat serius, Matt Pottinger merupakan salah satu ahli internasional mengenai China. Dia tidak hanya mengenal negaranya tapi juga intelijen dengan sangat baik," tuturnya.

Sebelumnya, Pottinger, seperti dilaporkan Mail Online,  mengatakan kepada sekelompok politisi internasional, para pemimpin di China mengakui bahwa teori yang menyebutkan Covid-19 berasal dari pasar daging dan seafood di Wuhan kemungkinan salah.

Dia lalu membeberkan informasi intelijen mengenai kemungkinan virus corona baru bocor dari lab Institut Virologi Wuhan. 

"Ada semakin banyak bukti bahwa laboratorium kemungkinan merupakan sumber virus yang paling dapat dipercaya. Kebocoran atau kecelakaan," kata Pottinger.

Tuduhan AS bahwa virus corona berasal dari lab Wuhan juga disampaikan berdasarkan pernyataan mantan ilmuwan yang pernah bekerja di sana. 

Teori ini muncul menjelang kedatangan para ilmuwan internasional di bawah bendera Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke China untuk memulai penyelidikan mengenai asal-usul virus corona.

Namun, pernyataan misi studi WHO setebal 8 halaman tidak mengungkap bahwa penyelidikan mereka diarahkan ke laboratorium Wuhan. 

Menteri Luar Negeri Wang Yi menepis tuduhan itu lalu mengalihkan dengan wabah terpisah yang terjadi di banyak negara dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying juga membantah klaim Pottinger. Dia malah meminta WHO untuk menyelidiki virus di AS dan mengaitkannya dengan wabah flu sebelumnya dan lab militer Fort Detrick, Maryland. 

Hua juga mengutip pernyataan ahli penyakit menular AS Anthony Fauci bahwa hampir semua ilmuwan dan ahli di dunia menyangkal klaim bahwa virus berasal dari laboratorium Wuhan. 

Institut Virologi Wuhan juga membantah tuduhan kebocoran. Laboratorium itu memang digunakan untuk membuat virus corona hibrida untuk tujuan penelitian, namun tidak ada indikasi bahwa Covid-19 merupakan rekayasa manusia.


Sumber: Inews

Posting Komentar

0 Komentar