HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

GGTP COVID-19 Kabupaten Purwakarta Bersyukur Wilayahnya Tidak Masuk Wajib PPKM di Jawa Barat

Ketua Harian GTPP Covid-19 Iyus Permana mengaku lega Purwakarta tak masuk wilayah yang wajib menerapkan PPKM. (Foto : Diskominfo Purwakarta)


SUARA PURWAKARTA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Purwakarta mengaku lega lantaran Purwakarta tidak masuk wilayah yang wajib menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Barat. Akan tetapi GTPP tetap melakukan langkah antisipasi agar penularan Covid-19 tidak meluas, salah satunya dengan memperketat protokol kesehatan (prokes).

Ketua GTPP Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana mengakui, awalnya sempat khawatir PSBB akan diberlakukan di Purwakarta karena akan berdampak pada sejumlah sektor, di antaranya sektor ekomomi. 

"Alhamdulillah Purwakarta tidak masuk wilayah yang menerapkan PSBB," kata Ketua Harian GTPP Covid-19 Purwakarta, Iyus Permana, kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (10/1/2021).

Kekhawatirannya terjawab begitu mendapat Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.10-Hukkham/2021 tentang Pemberlakukan Sosial Berskala Besar Secara Proporsional di 20 Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat Dalam Rangka Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dari 20 Kabupaten/kota di Jawa Barat, Purwakarta tidak masuk dalam daftar PSBB.

Menurut dia, salah satu alasan tidak menerapkan PSBB adalah Purwakarta berstatus zona oranye, atau tingkat risiko penularan Covid-19 kategori sedang. Selain itu, ruang isolasi masih menampung pasien Covid-19 dan pasien yang sembuh terbilang cukup banyak.

Meskipun demikian, kata Iyus, GTPP Covid-19 Purwakarta akan segera menggelar evaluasi untuk menentukan langkah-langkah ke depan agar kasus terkonfirmasi positif Covid-19 bisa terus ditekan. 


Sumber: Inews Jabar

Posting Komentar

0 Komentar