HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pria Beratribut Ormas Dibekuk Polisi Karena Palak Warteg Dengan Senjata Tajam

Foto dari CCTV Warteg

SUARA PURWAKARTA - Viral di media sosial video seorang pria dengan atribut ormas Pemuda Pancasila membawa celurit mendatangi warung makan di Kembangan, Jakarta Barat, untuk melakukan pemalakan. Pria itu diduga sedang mabuk.

Pemilik rumah makan, Kholisah (47), mengatakan pria dengan atribut ormas PP tersebut datang ke warungnya pada Rabu dini hari, 16 Desember 2020, sekitar pukul 01:00 WIB.

Kholisah menjelaskan saat itu yang sedang mendapat giliran jaga warung adalah karyawannya.

“Itu ada laki laki datang bawa celurit kata anak buah saya, sempat ngancem-ngancem gitu, minta uang. Dia (pelaku) pakai baju loreng merah,” ujar Kholisah saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu, 16 Desember 2020.

Kholisah mengatakan karyawannya ketakutan karena pelaku yang mabuk memaksa sambil menodongkan celurit besar. “Akhirnya karyawan saya kasih uang Rp100 ribu dari laci,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Niko Purba, mengatakan pelaku beratribut ormas PP tersebut sudah diamankan. Pelaku hingga kini masih dalam proses pemeriksaan.

“Sudah ada di Polsek (Kembangan). Nanti ya, kita proses dulu,” ujar Niko.

Dari video tersebut, seorang pria beratribut PP masuk secara tiba tiba ke sebuah rumah makan warteg. Pelaku membawa celurit besar yang dibawanya ke arah penjaga warteg dan kemudian menaruhnya di meja makan.

Salah seorag penjaga warteg ketakutan kemudian lari ke arah belakang. Sementara pelaku terlihat duduk sambil bicara di warteg tersebut.

Satuan Reserse Kriminal Polsek Kembangan Jakarta Barat memastikan pelaku berinisial CR (28). Kapolsek Kembangan Kompol Imam Irawan mengatakan, sejauh ini belum ditemukan bukti kuat pelaku bagian ormas.

"Hingga saat ini tidak ditemukan semacam kartu anggota, tidak ada. Jadi hanya ada bajunya aja, tapi untuk bukti anggota kayak kartu itu belum ada," ujar Imam saat dikonfirmasi, Kamis 17 Desember 2020.

Imam mengatakan, pihaknya masih mendalami asal kepemilikan seragam ormas yang dikenakan pelaku saat melakukan pemalakan tersebut. Dia menjelaskan pihaknya juga masih berkoordinasi dengan pimpinan ormas untuk memastikan pelaku merupakan anggotanya atau bukan.

"Ini masih didalami untuk kepastiannya. Kita masih cek di pimpinannya ya," ujar Imam.

Dari hasil penyelidikan, dia menyebut pelaku berhasil memeras uang sebesar Rp100 ribu dari aksi kriminalnya tersebut. Uang tersebut, menurut pengakuan pelaku, digunakan untuk keperluan membeli minuman keras.

Meski demikian, polisi belum menemukan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi pemalakan tersebut. Pelaku kepada polisi mengaku sudah melakukan aksi meresahkannya tersebut sebanyak dua kali.

"Sudah dua kali tapi di tempat yang sama. Tapi pas ditanya yang pertama kapan dia lupa katanya. Sementara berdasarkan keterangan pemilik warteg, baru sekali pria tersebut datang dan melakukan pemerasan," ujar Imam.

Aksi pelaku diketahui viral di media sosial. Pelaku menyatroni sebuah warteg di Jalan Haji Kelik, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu 16 Desember sekitar pukul 01:00 WIB dini hari.

Dalam tayangan video, pelaku pemerasan terlihat jelas memakai baju sebuah ormas. Sambil masuk ke warteg, ia sempat menenteng celurit sebelum ditaruh di meja makan.

Pria inisial CR tersebut tampak berbicara sambil menunjuk-nunjuk. Tidak lama kemudian pelaku duduk bersila di atas bangku tersebut. Dia kemudian menyalami penjaga warteg yang tengah membawa bungkusan nasi.

 Sumber berita Viva

Posting Komentar

0 Komentar