HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pelaku 'Begal Medsos' Ditangkap di Bandung usai Gasak Rp 759 Juta

Foto: Pelaku begal medsos ditangkap Polisi di Kabupaten Bandung (istimewa)


SUARA PURWAKARTA - Satreskrim Polresta Bandung berhasil mengungkap kasus begal di media sosial (medsos) yang beraksi di wilayah Bandung Raya dengan modus menjual hewan ternak.

Dalam kejadian ini, polisi berhasil mengamankan empat orang pelaku berinisial Y, A, K, dan E. Sementara dua lainnya masih dalam pengejaran.

"Kami rilis terkait dengan begal medsos, kami tangkap empat orang dari enam orang kelompok begal medsos. Modus para pelaku, menawarkan barang, apakah itu kambing, bebek atau produk lain melalu medsos, setelah ada yang berminat salah satu tersangka melakukan pendekatan dan memastikan uang dibawa oleh korban," kata Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan di Mapolresta Bandung, Senin (21/12/2020).

Setelah yakin korban membawa uang, pelaku langsung bertemu dan tersangka lainnya datang dan membawa korban ke suatu tempat.

"Di tempat itu, para pelaku dengan membawa senjata air soft gun menakuti korban dan mengambil uangnya. Kemudian kunci kendaraan dibuang," ungkapnya.

Para tersangka sudah melakukan aksi ini di delapan TKP yang ada di Kabupaten Sumedang, Bandung Barat, Cimahi dan terakhir di Kabupaten Bandung tepatnya di Nagreg dan Cileunyi.

"Uang yang berhasil kumpulkan Rp 759 juta, pasal yang kita terapkan 365 ayat 2 dengan ancaman pidana 12 tahun penjara," terangnya.

Untuk TKP Nagreg para tersangka menggasak uang korban Rp 17 juta dengan modus transaksi jual beli kambing dan untuk TKP Cileunyi para tersangka menggasak uang korban Rp 72 juta dengan modus jual beli rempah-rempah jenis pala. Sementara untuk kasus lainnya, terjadi di TKP lain.

Para tersangka saling berbagi peran, ada yang memposting barang jualan, menemui korban dan mengaku sebagai pemilik barang hingga eksekutor yang melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban.

Saat melakukan aksi kekerasan terhadap korban, tersangka menodongkan air soft gun lalu mengikat tangan korban dengan ripet plastik. Sementara itu, dari empat tersangka yang diamankan, dua di antaranya merupakan pecatan anggota TNI.

"Dua orang pelaku pecatan dari TNI. Mereka statusnya sekarang sipil, tidak ada hubungan dengan TNI lagi dan dua krang lagi sedang melakukan pendalaman," paparnya.

Hendra menyebut, modus begal medsos baru pertama kali terjadi di Kabupaten Bandung. "Iya, modus ini baru ditemukan sekarang. Menawarkan lewat medsos, memastikan korban bawa uang, kemudian sampai di satu TKP dilakukan penodongan dan dibawa uangnya," jelasnya.

Dalam kejadian ini, polisi berhasil mengamankan tiga pucuk senjata air soft gun, ripet plastik, nam tag TNI, 3 KTA TNI palsu, sejumlah plat nomor kendaraan, sejumlah telpon genggam, dua unit mobil dan satu unit motor dan uang tunai Rp 8 juta.

Selain itu, para tersangka juga memiliki modus lain yakni melakukan kejahatan penggandaan uang. "Modus lain, penggandaan uang. Ini barang bukti uang palsu, untuk penggandaan uang. Jadi korban simpan uang asli dan uang palsunya diberikan ke korban," jelasnya.

Polisi juga amankan barang bukti uang palsu, di antaranya uang palsu pecahan Rp 100 ribu senilai Rp 100 juta, uang palsu dengan mata uang Rumania pecahan 2.000 dan mata uang Euro pecahan 10.000.000.

Sumber: Detik

Posting Komentar

0 Komentar