HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Ini Strategi Pemerintah Kota Bandung Atasi Banjir di Sejumlah Titik

Foto: Banjir di sejumlah titik kota Bandung/infobdg

SUARA PURWAKARTA - Sejumlah daerah di Kota Bandung diterjang banjir, Kamis (24/12) lalu. Hal itu, akibat hujan deras dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah tersebut.

Dari catatan detikcom, banjir yang terjadi pada hari itu merupakan banjir terbesar yang terjadi di Kota Bandung sepanjang tahun 2020. Pasalnya, banjir itu mengakibatkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum lainnya.

Seperti, di Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, dua tanggul jebol dan satu rumah warga rusak. Sementara itu, di Jalan Sekemala RT 05, RW 10, Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung tiga kios roboh dan limpasan air juga berdampak ke kandang ternak dan tempat pembibita di Sekemala Integrated Farm (SIF).

Banjir juga merusak, enam rumah semi permanen yang berada di Jalan Citepus 2, RT 04 RW 05, Kelurahan Pajajaran. Kejadian itu diakibatkan robohnya kirmir sepanjang kurang lebih 20 meter yang tak kuasa menahan derasnya Sungai Citepus.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada penanganan banjir dengan metode sumur imbuhan dalam.

Pada tahun 2020 ini sudah ada sekitar 10 sumur imbuhan dalam yang sudah dibuat dan diimplementasikan.

"Kalau sekarang fokus penanganan bencana melalui sumur resapan. Tahun depan (2021) kita hanya ada 20 sumur imbuhan dalam," katanya via pesan singkat, Sabtu (26/12/2020).

Menurutnya, apabila efektif DPU akan memperbanyak sumur resapan sebagai solusi percepatan penananganan banjir di Kota Bandung.

"Target kebutuhan 127 titik sumur imbuhan di kawasan-kawasan genangan di Kota Bandung," ujarnya.

Selain itu kita juga sedang melakukan pembuatan 'sediment trap' di hulu sungai," pungkasnya.


Sumber: Detik

Posting Komentar

0 Komentar