HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Alami Gangguan Jiwa, Guru Ngaji di Purwakarta Tinggal di Gubuk Mirip Kandang Kambing

Saepudin (38) warga Kampung Krajan, Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, harus hidup di dalam gubuk yang mirip kendang kambing. Kondisi kejiwaannya yang terganggu serta rumahnya yang tak layak huni memerlukan penanganan segera



SUARA PURWAKARTA - Seorang warga di Kampung Krajan, Desa Lebak Anyar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, harus hidup di sebuah gubuk reyot layaknya kandang kambing. Kondisi yang memprihatinkan seperti itu seolah luput dari perhatian pemerintah daerah. 

Warga tesebut adalah Saepudin (38) yang sebelumnya dikenal sebagai guru ngaji di kampungnya. Namun sejak empat tahun lalu, entah apa penyebabnya dia mengalami gangguan jiwa dan harus tinggal di sebuah gubuk yang berada di areal kebun jauh dari permukiman. 

Untuk bisa menuju gubuk tempat tinggal Saepudin, harus melewati jalan setapak yang terjal dan berkelok serta licin. Sedikit saja lengah alamat terpeleset atau jatuh terjerembab. Begitu sampai, mata akan terbelalak dengan kondisi gubuk yang selama ini ditingali Saepudin. 

Tampak dinding bilik itu robek di mana-mana, genting banyak yang bocor serta tiang rumah sudah lapuk dimakan usia. 

Hanya satu lampu yang tergantung untuk penerangan. Begitu pula tempat tidur berupa alas kain dan satu bantal di atasnya. Bisa dibayangkan ketika hujan bocor, semua barang-barang berikut penghuninya pasti basah kuyup.  

“Ya saya sehari-hari tinggal di sini. Tapi kalau makan ke rumah Abah (orang tuanya),” kata Saepudin, Selasa (22/12/2020). 

Dia merupakan anak ketiga dari lima bersaudara hasil pernikahan Abah Wasim (68) dengan almarhumah Titin Rohaetin. Abah Wasim sendiri kini berprofesi sebagai penganyam bambu yang penghasilannya pas-pasan. 

Ali Novel, relawan kemanusiaan di Kabupaten Purwakarta yang sempat menyambangi Saepudin mengaku cukup prihatin dengan kondisi warga seperti itu. Kehidupannya yang memprihatinkan perlu secepatnya mendapat penanganan. 

“Saepudin seorang guru ngaji yang menderita gangguan jiwa perlu pengobatan. Sedangkan gubuk dan lahan itu bukan miliknya, tapi milik orang lain. Paling kami bantu sebatas beres-beras rumah agar tidak terlalu kumuh. Mudah-mudahan ada respon dari para donatur,” ucap Ali. 


Editor : Asep Supiandi

Sumber: Inews Jabar

Posting Komentar

0 Komentar