HOT

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

100 Imam Masjid Dan Penceramah Dipecat Saudi Karena Tak kecam Ikhwanul Muslimin

Ilustrasi Bendera Arab Saudi

SUARA PURWAKARTA - Otoritas Arab Saudi memberhentikan lebih dari 100 imam masjid dan penceramah di wilayah Mekah karena dianggap mengabaikan arahan soal bahaya kelompok Ikhwanul Muslimin. Para imam masjid dan penceramah itu tidak mengecam Ikhwanul Muslimin dalam khotbah mereka.

Seperti dilaporkan surat kabar Al-Watan dan dilansir Saudi Gazette, Sabtu (19/12/2020), pemecatan para imam masjid dan penceramah itu dilakukan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi. Selain di Mekah, sejumlah penceramah di wilayah Qassim juga dipecat karena alasan yang sama.

Departemen Umum Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan di kawasan Mekah dilaporkan meminta Kementerian untuk memberhentikan lebih dari 100 penceramah setelah proses dua minggu menghitung jumlah penceramah yang mengabaikan arahan soal Ikhwanul Muslimin itu.

Diketahui bahwa Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi menerbitkan arahan untuk para penceramah di seluruh masjid di Saudi untuk memperingatkan soal bahaya yang ditimbulkan Ikhwanul Muslimin, dalam khotbah Jumat mereka pada 13 November lalu.

Para penceramah juga diinstruksikan untuk membacakan secara lantang poin-poin utama dari pernyataan yang diterbitkan Dewan Cendekiawan Senior yang melarang Ikhwanul Muslimin setelah melabelinya sebagai organisasi teroris.

Dewan Cendekiawan Senior Saudi menyatakan dalam pernyataannya bahwa Ikhwanul Muslimin merupakan organisasi teroris yang tidak mencerminkan cara hidup Islam. Dewan tersebut juga menyebut Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok sesat yang menyerukan pemberontakan terhadap penguasa.

Oleh karena itu, diterbitkanlah arahan yang meminta para penceramah di masjid seluruh Saudi agar dalam khotbah pada 13 November secara kompak memperingatkan umat terhadap bahaya Ikhwanul Muslim yang dilarang.

Para ulama diminta menekankan pentingnya persatuan dan menghindari perselisihan dalam khotbah sebelum salat Jumat. Ulama juga diminta memperingatkan umat untuk berhati-hati terhadap kelompok yang beroperasi di bawah jubah agama untuk agenda duniawi, terutama Ikhwanul Muslimin.

Dituturkan sumber bahwa pihak Kementerian tidak akan melunak terhadap mereka yang melanggar arahan tersebut.

"Kebijakan negara jelas terhadap Ikhwanul Muslimin dan seluruh organisasi lain yang bersembunyi di balik jubah agama untuk mencapai tujuan politik dan duniawi mereka," sebut sumber tersebut.


Sumber: Detik

Posting Komentar

0 Komentar